langit dan awan
tak pernah berpisah
selalu berkawan
seakan mengukir suatu kisah.

bintang menyanjung bulan
menghiasi jagad raya
meminta tabir suatu jalan
bagi insan yang percaya.

aku dan sahabat
mengukir cerita tanpa akhir
takkan ada yang terlewat
dalam hati tlah kuukir.

bagai kalung mutiara
terajut indah dan bebas.
kebahagiaan tak tertara
dalam hati sedang melintas.

Pernah kamu berfikir kenapa orang gila tidak pernah sakit ? apalagi orang gila yang berkeliaran di pinggir jalan , mereka tidak pernah mandi , makan minum sembarangan , ada juga yang tidak pakai baju , tidak peduli dengan hal yang kotor tetapi tetap saja mereka sehat. Untuk menjawab pertanyaan ini mudah saja , jawabannya karena orang gila tidak pernah Stres , mereka tidak pernah punya beban pikiran dan selalu merasa bahagia.

Itulah kenapa orang gila tidak pernah sakit karena kehidupan yang selalu bahagia dan tak pernah peduli dengan hal – hal di sekitarnya ini lah yang membuat tubuhnya jauh lebih sehat dibandingkan orang waras.

Orang gila tidak pernah berpikir macam-macam, orang gila tidak pernah minta makanan macam-macam bahkan nasi basi di tong sampah pun akan dia makan. Orang gila taunya dia lapar dan tak peduli dengan nasi basi atau nasi kotor yang penting dirinya kenyang dan bisa jalan – jalan lagi.
Berbeda dengan orang waras, orang waras yang melihat nasi basi saja jijik , terkadang pun sangat pilih – pilih dengan menu makanan , ada masalah sedikit langsung menjadi beban pikiran. Inilah yang membuat orang waras sering merasa stres yang bisa membuat dirinya sakit.

Alangkah luarbiasanya bukan , orang gila yang seringkali disebut dengan orang stres ini ternyata stresnya orang gila membuat dirinya jauh lebih sehat dibandingkan stresnya orang waras yang malah bisa bikin dirinya sakit jiwa.

Dan tahukah kamu orang gila yang dipandang sebelah mata ini ternyata termasuk golongan orang yang mulia di mata Allah. Berdasarkan fakta , coba kamu pikir jika orang gila tidak akan pernah merasa kekurangan , tidak pernah mengeluh bahkan dirinya selalu menerima apa pun pemberian Allah kepadanya. Tidak pernah menuntut macam-macam , bahkan ketika dirinya merasa tidak enak badan dia tidak pernah mengeluh , dia selalu bahagia menerima rasa sakit itu dengan lebih melakukan hal yang menurutnya menyenangkan.

Kondisi seperti itu sangatlah beda jauh dengan orang waras. Orang yang masih waras seringkali merasa kekurangan , sudah punya penghasilan jutaan masih saja selalu merasa kurang , sudah punya motor masih ingin punya mobil, sudah punya menu makanan enak masih saja ingin makanan yang lebih nikmat.

Serba merasa kekurangan inilah yang membuat orang waras selalu banyak pikiran karena keinginannya yang lebih tinggi. Pikiran untuk cepat – cepat bisa mendapatkan apa yang dia inginkan ini yang menjadi beban. Belum lagi jika keinginannya itu tidak tercapai. Pasti akan membuatnya stres dan menjadikan dirinya tidak mau makan , pola hidup yang buruk hingga pada akhirnya membuat kesehatannya lebih buruk.

Untuk itu, mulai sekarang cobalah untuk hidup lebih bersyukur bawa hidup dengan lebih santai namun diringi dengan usaha. Dengan pikiran yang bahagia tanpa beban ini akan membuat tubuh kamu sehat terus dan jauh dari kata sakit.

 

http://infosehatt.blogspot.co.id/2015/12/kenapa-orang-gila-selalu-sehat-dan.HTML

UNTUK SEORANG KAWAN Oleh : Denny Siregar, http://dennysiregar.com/2015/11/18/untuk-seorang-kawan/

Ketika kita berkata bahwa kita mencintai Tuhan, sanggupkah kita ketika cinta kita dibalas Tuhan ?

Cara Tuhan mencintai hamba-Nya tidak bisa kita sandingkan dengan cara ibu mencintai kita. Jika seorang ibu mencintai anaknya, terbatas pada memberikan perlindungan penuh sehingga kita merasa aman dan tentram. Seorang ibu sulit untuk menyakiti anaknya, karena secara naluri ia mempunyai tali kasih yang sangat erat.

Tapi Tuhan jauh berbeda. Ia mencintai kita melalui sudut pandang tak terbatas. Kasih sayang hanya satu sudut saja.

Tuhan Maha Tahu bahwa dalam setiap langkah hamba-Nya, selalu ada dosa yang mengiringinya. Bisa dibayangkan, jika dosa itu berwujud seperti karat, maka kita tidak akan mampu bergerak bahkan bernapas.
Miliaran dosa kita sepanjang hiduo, dan miliaran pula Tuhan mengampuni-Nya.

Tuhan ingin kita masuk ke surga-Nya. Karena surga yang suci hanya untuk mereka yang sudah disucikan. Maka dibersihkan-Nya lah kita dari setiap kotoran2 yg menumpuk di tubuh kita. Proses pembersihannya tentu sakit, ibarat tubuh ini dibersihkan dari karat tebal dengan sikat besi.

Tidak ada manusia yang tidak berteriak pada situasi pembersihan jiwa ini. Yang beriman, tentu berteriak pada setiap ibadahnya dengan airmata yang bercucuran deras. Yang tidak, cenderung mengumpat, mengeluh, putus asa, dada sesak dan semua hal yang malah menembah bebannya sendiri.

Rasa nyaman dalam hidup seharusnya menjadikan kita waspada. Jika seperti itu cara membersihkan dosa2, apakah semua kenyamanan yang kita terima sekarang ini bisa berarti Tuhan tidak sayang kepada kita ? Atau malah diitangguhkan, sehingga di alam kematian dosa kita yg tidak dibersihkan di dunia akan dibersihkan dgn lebih perih ?

Tuhan berfirman dalam sebuah hadis Qudsi: “Wahai hamba-Ku sayang! Demi keagungan dan kemuliaan-Ku, sesungguhnya Aku menginginkan kebaikan bagi setiap yang Aku sayangi. Tidak akan Aku matikan ia sebelum Aku mengampuni dosa-dosanya dengan penyakit, kesusahan, kerugian, atau kehilangan anggota keluarga. Dan jika masih ada dosanya yang tersisa, Aku akan beratkan sakratul mautnya. Hal ini Aku lakukan agar ia menjumpai-Ku dalam keadaan suci seperti bayi”. (Jami’us Sa’adat)

Ibarat secangkir kopi, kasih sayang dan keadilan Tuhan adalah air, yang mencampurkan pahit dan manis dan menjadikannya seimbang.

Kawanku sayang, kesulitan itu sejatinya kenikmatan, bagi mereka yang memahami-nya.

Taubat itu tidak mudah. Siapa bilang mudah ? http://dennysiregar.com/2015/11/07/no-pain-no-gain/

Bukan kemudian hari ini berteriak dan menangis keras, “aku taubat Tuhan…” dan sekonyong2 dosa yang dillakukan semua hilang. Tuhan itu Maha penyayang itu betul, karena itu siapapun yang bertaubat sebesar apapun dosanya pasti akan diterima. Tapi juga jangan dilupakan bahwa Tuhan Maha adil, setiap mili dosa yang diperbuat ada hitungannya.

Proses diterimanya taubat sifatnya langsung, tapi proses menghilangkan dosa yg pernah dilakukan sifatnya bertahap.

Ada banyak model proses pencucian dosa bagi manusia di dunia yang bertaubat. Mulai dari sakit, kesedihan, kehilangan, kesulitan mencari pendapatan dan ribuan model lainnya. Dosa itu seperti karat, yang harus dikerik sesenti demi sesenti supaya bersih kembali.

Selain itu, ada juga model untuk menebus dosa2 yang kita lakukan, semisal membantu org yg sangat membutuhkan, memellihara anak yatim, silaturahmi, mendoakan orangtua dan lain2.

Semua ujian dalam proses menghilangkan karat dosa itu sama sekali bukan karena Tuhan itu kejam, tetapi itu bukti bahwa Tuhan itu Maha Penyayang. Jauh lebih baik dosa di bayar di dunia, sakitnya tidak seberapa. Saya justru tidak bisa membayangkan ketika proses itu dilakukan di akhirat, alat hukumnya sudah pasti berbeda dan yang pasti jauh lebih menyakitkan dan mengerikan.

Untuk apa semua itu ? Apakah untuk menunjukkan bahwa Tuhan itu Maha Kuasa ? Sama sekali bukan, Tuhan tidak butuh menunjukkan kekuasaan-Nya kepada kita, kita-lah yg membutuhkan kuasa-Nya. Kuasa Tuhan sudah ditunjukkan-Nya melalui terciptanya alam semesta, untuk apa perlu membuktikan kepada manusia ? Proses pencucian dosa itu justru buat manusia sendiri.

Ah, mudahnya begini saja. Mesin kalau berkarat tentu tidak bisa jalan dengan baik kan ? Bahkan suaranya gak enak dan kasar. Nah, mesin yg dibersihkan akan kembali berjalan dengan normal dan greng. Suaranya pun lembut kembali.

Begitu juga jiwa manusia. Ketika karat2 dosa dibersihkan, jiwa kembali akan bersih. Ketika jiwa bersih, maka yang ada adalah perasaan tenang dan stabil. Lebih mudah menerima petunjuk-Nya karena akal sudah tidak lagi diselimuti kabut tebal. Ketika jiwa stabil, maka kita akan menjadi manusia yang berfungsi di dunia kepada manusia lainnya. Toh, memang itu tugas kita di dunia, apalagi ?

Bagaimana kalau taubatnya terlambat karena sudah mau meninggal sebab sakit sangat parah ?

Sakit parahnya itu sendiri sudah bagian dari pencucian dosa. Ketika manusia keburu meninggal sebelum selesai dibersihkan, maka ada tempat pencucian kedua, yaitu alam barzakh atau alam kubur. Disini prosesnya mirip dengan yang dikabarkan dalam siksaan di neraka. Hanya alam barzakh ini tidak abadi, karena ini tempat pemberhentian sementara sebelum hari pengadilan. Kalau sampai hari pengadilan belum bersih juga, disinilah berlaku syafaat atau istilahnya remisi yang diberikan para utusan-Nya di dunia.

Nah, memahami ini bukan karena saya sudah pernah kesana, tetapi melalui petunjuk2 yang diberikan Nabi dan para Imam. Merekalah yg paham apa yang akan terjadi di awal dan akhir, karena ruh mereka suci. Mereka pemegang skenario dari semua rencana Tuhan.

Penting sekali mengetahui ini, supaya ketika kita di uji dengan dibersihkannya dosa2, kita bukannya malah menjadi pengeluh apalagi putus asa. Seharusya malah berterima-kasih, bersyukur sudah dikurangi di dunia. Di sayang kok malah mengeluh, bah macem mana pulak ?

Karena tu beragama janga cuman sibuk melihat orang lain, tapi yang penting sibuk mencari rahasia2 hidup dan rahasia mati. Supaya kita jangan sudah hidup bodoh, mati lebih bodoh lagi.

 

kenangan_n

anak bebek

“Love can never abandon you – it is forever wrapped up within your heart.

Beauty can never be forgotten – it is eternally etched in your memory.

Friendship cannot leave you – it always exists in the sacred space of your soul.”

Di sebuah Rumah Sakit, beberapa orang tampak berkumpul di ruang tunggu menunggu keluarganya yang sakit. Tak berapa lama kemudian dokter datang. Sambil menarik nafas panjang si dokter mengatakan, “Satu-satunya jalan agar ia tetap hidup adalah dengan transplantasi otak. Agak beresiko dan Anda harus membeli otaknya sendiri.”
Semua kerabat terdiam dan setelah beberapa saat, seseorang bertanya,”Berapa harga otaknya?”
Si dokter menjawab, “5.000 dolar untuk otak lelaki dan 2.000 dolar untuk otak perempuan.”
Situasi berubah jadi sedikit canggung. Para pria menahan tawa, dan mencoba untuk tidak menatap mata para wanita. Karena tak mampu menahan rasa penasaran, salah seorang pria bertanya, “Mengapa otak laki-laki lebih mahal?”
Si dokter tersenyum bijak dan berkata, “Ya karena kita harus menghargai kualitas barang. Kami harus menghargai otak wanita lebih murah karena sebenarnya otak wanita biasanya telah sering dipakai sementara otak pria biasanya jarang dipakai jadi masih dalam kondisi bagus.”

otak

Ada seorang tuan tanah yang menyukai bunga anggrek. Pada saat ketika hendak pergi berkelana, dia berpesan kepada bawahannya, harus hati-hati merawat bunga anggreknya. Selama kepergiannya, bawahannya dengan teliti memelihara bunga-bunga anggrek tersebut. Namun, pada suatu hari, ketika sedang menyiram bunga anggrek tersebut, tanpa sengaja menyenggol rak-rak pohon sehingga semua pohon anggrek berjatuhan & pot anggrek itu pecah berantakan & pohon anggrek berserakan.

Para bawahannya ketakutan, menunggu tuannya pulang & meminta maaf sambil menunggu hukuman yang akan mereka terima. Setelah sang tuan pulang
mendengar kabar itu, lalu memanggil para bawahannya, dia tidak marah kepada mereka, bahkan berkata, “Saya menanam bunga anggrek, alasan pertama adalah untuk dipersembahkan kepada orang yang suka melihatnya & yang kedua adalah untuk memperindah lingkungan di daerah ini, bukan demi untuk marah, saya menanam pohon anggrek ini.”

Perkataan tuan ini sungguh benar, “Bukan demi untuk marah, maka menanam pohon anggrek.”

Dia bisa demikian toleran, karena walaupun menyukai bunga anggrek, tetapi di hatinya tidak ada rasa keterikatan akan bunga anggrek. Oleh sebab itu, ketika dia kehilangan bunga-bunga anggrek tersebut, tidak menimbulkan kemarahan dalam hatinya. Sedangkan kita, dalam kehidupan kita, sering terlalu banyak kekhawatiran, terlalu peduli pada kehilangan, mendapatkan sehingga menyebabkan keadaan emosi kita tidak stabil. Kita merasa tidak bahagia. Maka seandainya kita sedang marah, kita bisa berpikir sejenak:

•» “Bukan demi marah maka kita menjadi sahabat.”
•» “Bukan demi marah maka kita menjadi suami istri.”
•» “Bukan demi marah maka kita melahirkan & mendidik anak.”
•» “Bukan demi marah maka kita menjadi atasan dan pemimpin.”
•» “Bukan demi marah maka kita menjadi sakit dan tidak berdaya.”

Maka kita bisa mencairkan rasa marah & kesusahan yang ada dalam hati kita & merubahnya menjadi rasa damai. Setelah membaca artikel ini, saat emosi Anda tinggi dan hendak bertengkar (dengan siapapun juga), ingatlah perjumpaan kalian di dunia, bukan untuk marah. Hidup adalah Pilihan.

loven

Kisah nyata yang sangat menyeramkan
dan mengerikan ini,
terjadi pada seorang dokter pria
yang bekerja di lantai tujuh gedung baru
Rumah Sakit Cipto Mangun Kusumo Jakarta.

Pada hari Kamis malam Jumat
beliau terpaksa pulang larut malam
sekitar jam dua belas malam sendirian.

Sampai di depan lift,
dia pun menekan tombol untuk turun.
Kemudian pintu lift terbuka tanpa ada siapa-siapa di dalamnya.

Dia masuk dan menekan tombol “B” untuk menuju Basement.
Tetapi anehnya, kenapa lift itu bukannya turun
melainkan terus naik ke atas.

Lift berjalan terus hingga sampai tingkat teratas,
yaitu lantai delapan, kemudian berhenti dan terbuka.

Ketika pintu lift terbuka,
ada seorang wanita tua berambut putih dengan pakaian serba putih,
masih tampak cantik dan menawan,
tersenyum ramah, dan masik ke dalam lift.

Si dokter pria tersebut merasa heran,
karena dia tidak pernah melihat seorang wanita tua itu
selama dia bekerja di gedung tersebut.

Wanita tua tersebut masuk lift, dan berdiri di belakangnya.

Sesaat kemudian,
tercium wangi bunga melati dan sedap malam yang menusuk hidung,
maka dia pun bertanya-tanya dalam hatinya…..
siapa wanita tua tersebut, mengapa sendirian,
dan kenapa sudah malam begini belum pulang ke rumahnya?

Mau menyapa ragu-ragu, jangan-jangan…..
jadi masing-masing saling diam.

Dalam suasana hening dan sunyi itu,
lift turun perlahan-lahan tingkat demi tingkat.

Tapi ketika sampai pada lift ke lima,
tiba-tiba lampu lift padam dan lift berhenti.

Seketika itu juga dia mencium aroma bau bangkai
yang teramat busuk, yang sangat mengganggu nafasnya.
Dan bulu romanya tiba-tiba merinding,
mulutnya terkunci tidak bisa berbicara.

Dia pun langsung berkeringat dingin dan…..
sebisa-bisanya berdoa memohon bantuan malaikat pelindung,
sambil memberanikan diri dan perlahan-lahan
menoleh ke belakang setelah lampu lift menyala.

Apa yang dilihatnya…..?
Tiba-tiba saja wanita tua yang berada di belakangnya itu
tertawa tersipu-sipu…… sambil berkata,

“Maaf dokter, saya sedang sakit perut,
tadi saya berkali-kali kentut.”