Doa Kepingan hati

Kau berkata ….

“Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya.

Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah”.

Pantaskah dipertanyakan apa yang sedang berkecamuk ?

Bukankah piala itu dapat lalu bila Kau kehendaki ?

Oh hati yang berdarah itu tak sanggup tinggal sendiri

Kau Allah yang sungguh manusia

Kau bimbing hati mereka mencintaiMu

Bukankah karena Kau terlebih dahulu mencintai mereka ?

Dan Kau pikul salibMu sendiri ….

Oh Kau manusia yang sungguh Allah 

Ketika kepingan hati wajib menyusun pazzel kehidupan

Dengarlah hati itu berteriak pada hatiMu

KehendakMulah yang terjadi

Tinggallah di sini Kau Allah yang sungguh manusia

Karena Dia yang sungguh Allah telah sampai di puncak Golgota

Biar ku teguk habis isi pialaMu ….

Anggur Getsemani tetesan peluh merah kemanusiaanMu

Sebagai perekat serpihan yang terbeban tanggung-jawab

Hatiku sangat sedih, seperti mau mati rasanya

Tinggallah di sini dan kuatkan rekatan-rekatan itu    

(An.W)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s