“Aku menyebut kamu sahabat, bukan hamba. Karena seorang hamba tidak mengetahui apa yang dipikirkan, direncanakan dan dikerjakan tuannya. Kamu sahabat-Ku, karena apa yang Aku pikirkan, apa yang menjadi rencanaKu, apa yang menjadi kerja-Ku bukan lagi rahasia untuk kamu. Kamu mengetahui rahasia ini: cintailah satu sama lain seperti Aku mencintai kamu”.

Yesus mencintai rasu-rasul-Nya dan para rasul itu adalah cikal bakal Gereja atau mereka adalah Gereja, bahkan mereka adalah, para rasul itu batu-batu fundamen Gereja. Berarti juga Yesus mencintai kita, setiap dan semua anggota Gereja. Semua yang masuk dalam persekutuan Gereja adalah pengikut Kristus dan setiap pengikut Kristus berhak mendapatkan dan merasakan cinta Yesus. Dan dalam cinta Yesus inilah kita disebut sahabat-Nya.

Sahabat dalam Yesus

Menyapa kita sebagai sahabat, berarti:

Yesus tidak menghendaki adanya perbudakan,tetapi persaudaraan, cinta dan damai, saling menghargai satu sama lain. “Cintailah satu sama lain, seperti Aku mencintai kamu”.

Yesus tidak menghendaki adanya perpecahan. Yesus menginginkan selalu adanya kesatuan. Perpecahan dan perpisahan selalu membawa luka dan sakit dan derita.

Yesus tidak membiarkan kita berjalan sendirian di perjalanan ziarah hidup ini. Ia menemani kita, ia menggandeng tangan kita bahkan ketika kita merasa paling ditinggalkan.

Anti interes pribadi maupun kelompok

Sahabat….. cintailah satu sama lain. Mencintai seperti Yesus, bukan seperti dunia menyodorkan cintanya. Mencintai seperti dunia adalah cinta dengan interes, cinta dengan fungsi kepentingan pribadi dan kelompok (groupism). Mencintai seperti dunia bukanlah cinta sejati melainkan akar dari dosa dan kesalahan. Mencintai seperti Yesus bertolak belakang dengan cinta yang ditawarkan dunia. Yesus mengajarkan cinta yang melupakan diri dan mengingat sesama; sahabat. Mencintai seperti Yesus berarti melayani tanpa meminta upah yang berlebihan. Mencintai seperti Yesus juga tidak diungkapkan dalam kesan melayani bukan untuk diperhatikan, melainkan sebagai bukti bahwa “Jesus I love You”. Mencintai seperti Yesus berarti melepaskan segalanya dan tidak merasa memiliki apa pun, agar hati ringan memberi bantuan kepada sesama-sahabat. Mencintai seperti Yesus berarti belajar memberi diri kepada orang lain: “tidak ada seorang pun yang mampu memberi nyawa untuk orang lain, sahabat-sahabat…. Yesus melakukannya dengan sempurna”.

Sahabat….. jadilah sahabat satu sama lain.

Refleksi John Lebe Wuwur OCD

5 Tanggapan to “Sahabat”

  1. IMELDA GRASIA Says:

    SAHABAT YANG SETIA :YANG MAU MENDENGARKAN TEMANNYA DALAM BERBAGI RASA ,SAHABAT TIDAK MELEPASKAN TEMANNYA DALAM KESEDIHAN.

  2. IMELDA GRASIA Says:

    SAHABAT YANG SETIA: YANG MAU MENDENGARKAN TEMANNYA DALAM BERBAGI RASA ,SAHABAT TIDAK MELEPASKAN TEMANNYA DALAM KESEDIHAN.

  3. IMELDA GRASIA Says:

    sahabat tetapla semangat………………….

  4. imelda grasia Says:

    sahabat itu seperti bunga yang di rangkai
    sahabat itu seperti pelangi sehabis hujan
    sahabat itu seperti ikatan batin yang tidak terpisahkan
    yaitu bapa selalu menghiburku dalam setiap persoalanku

  5. erna Says:

    Sahabad…. selalu bertindak dalam keheningan,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s