Aku masih harus bercermin dan berdandan

 

Saat ini,

Saat sendiri.

Saat sepi,

Saat kosong,

Saat kepenuhan dari kecamuk yang beraduk

Duduk berdua dengan bayang sendiri

Di bawah semburat silau terang dunia

Bayangku hadir , tanpa ku dapat bercermin di kegelapannya

Aku mulai menancapkan paku di wajahku

Dan Kau kembali tergantung menghiasi tembok ruang tamu

 

Saat ini,

Saat berdua,

Saat hening.

Saat pasrah,

Saat bebas dari belengu rasa yang mengungkung

Duduk sendiri dengan Citra yang mendesak

Di kedalaman kelembutan temaram sinar nurani

Citra mengembang, membimbing, menghajar dan mengusap

Aku mulai bercermin dan berdandan

Dan Kau turun melepaskan tiap paku yang menancap di wajahku

 

 Saat ini ku berlenggang di sisiMu

Mendonggakkan kepala tanda kemenangan

Tak terlihat Engkau masih tertatih,

tertinggal ……………..

memegang lambungMu yang masih berdarah

Aku jauh di depanMu

Tersesat ……………..

 

Saat ini aku terdampar di pelataranNya

Tersadar …………….

di wajah lubang paku belum lagi merapat

Aku masih harus bercermin dan berdandan

An.W.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s