INDAH RENCANA-MU, TUHAN..


Sekali peristiwa, pada sebuah gereja yang lantainya terbuat dari batu pualam yang indah. Di depan altar dipajang sebuah patung pualam Bunda Maria yang juga sangat besar. Banyak orang datang bersujud dan berdoa di hadapannya dan kadang ada yang mengagumi keindahan patung Bunda Maria dari pualam itu. Suatu malam, lantai pualam itu berkata pada patung Bunda Maria dari pualam.

Lantai pualam : ”Wahai patung pualam, hidup ini sungguh tidak adil. Benar-benar tidak adil !!! Mengapa orang-orang bersujud dan berdoa di hadapanmu dan mengagumimu. Tapi mereka malah menginjak-injak diriku ? Benar-benar tidak adil !”

Patung pualam : ”Oh temanku, lantai pualam yang baik. Masih ingatkah bahwa kita ini sesungguhnya berasal dari batu gunung yang sama ?”

Lantai pualam : ”Tentu saja, justru itulah mengapa aku semakin merasakan ketidakadilan itu. Kita berasal dari gunung batu yang sama, tetapi sekarang kita menerima perlakuan yang berbeda. Benar-benar tidak adil!”

Patung pualam : ”Lalu apakah kau masih ingat ketika suatu hari seorang pemahat datang dan berusaha memahat dirimu, tetapi kau malah menolak dan merusakkan peralatan pahatnya ?”

Lantai pualam : ”Ya, tentu saja aku masih ingat. Aku sangat benci pemahat itu. Bagaimana ia begitu tega menggunakan pahatnya untuk melukai diriku. Rasanya sakit sekali !”

Patung pualam : ”Kau benar ! Pemahat itu tidak jadi mengukir dirimu, karena kau menolaknya.”

Lantai pualam : ”Lalu apa hubungannya denganku ?”

Patung pualam : ”Ketika pemahat memutuskan untuk tidak meneruskan pekerjaannya pada dirimu, lalu ia berusaha untuk memahat tubuhku. Saat itulah aku tahu, bahwa melalui hasil karyanya kelak aku akan menjadi sesuatu yang benar-benar berbeda. Aku tidak menolak peralatan pahatnya membentuk tubuhku. Meskipun aku berusaha menahan rasa sakit yang luar biasa.”

Lantai pualam : ”Hmmmmmm, lalu ? ”(jawabnya galau).

Patung pualam : ”Kawanku, ini adalah harga yang harus kita bayar pada segala sesuatu dalam hidup ini. Saat kau memutuskan untuk menyerah, kau tak boleh menyalahkan siapa-siapa atas apa yang terjadi padamu sekarang. Tetapi saat kau berserah pada rencananya, kau akan bangga pada dirimu”

Aku jadi teringat oleh sebuah lirik lagu,

INDAH RENCANAMU
Indah rencanaMu Tuhan, di dalam hidupku
Walau ‘ku tak tahu dan ‘ku tak mengerti semua jalanMu
Dulu ‘ku tak tahu Tuhan, berat kurasakan
Hati menderita dan ‘ku ‘tak berdaya menghadapi semua
Tapi ‘ku mengerti s’karang, Kau tolong padaku
Kini ‘ku melihat dan ‘ku merasakan indah recanaMu
Kini ‘ku melihat dan ‘ku merasakan indah recanaMu