Sesungguhnya semua orang Kristen tidak hanya kaum religius saja, dipanggil untuk menghayati semangat kemiskinan. (Mat 5:3 Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga).

Sabda Bahagia merupakan keyakinan yang tulus akan cinta kasih Bapa, sehingga sangat mempercayai pada penyelenggaraan Bapa dan segalanya berasal dari Bapa.

Sebagai manusia sering ada rasa cemas bagaimana memenuhi kebutuhan hidup, sehingga seringkali pula menjadi putus asa karena ambisi dari permintaan yang tidak dikabulkanNya tetapi semangat kemiskinan membawa kita mempercayai penyelenggaaraan Bapa. (1 Pet 5:7 Serahkanlah segala kekuatiranmu kepadaNya, sebab Ia yang memelihara kamu).

Semangat kemiskinan mempercayai bahwa hidup, kesehatan, talenta, keberhasilan, iman, segala berkat, dan segala sesuatu juga kebajikan-kebajikan adalah berasal dari Tuhan yang diberikan secara cuma-cuma (1 Kor 4:7 Sebab siapakah yang menganggap engkau begitu penting? Dan apakah yang engkau punyai, yang tidak engkau terima ? Dan jika engkau menerimanya mengapakah engkau memegahkan diri seakan-akan engkau tidak menerimanya? ).

Semangat kemiskinan membantu membedakan antara kebutuhan yang menghidupkan dengan keinginan semata. Disatu sisi barang-barang merupakan suatu kebutuhan yang mempermudah dan membahagiakan, namun di sisi lain juga membahayakan.

Contoh :

HP, diperlukan untuk mempermudah komunikasi, namun menjadi hanya suatu kesenangan belaka ketika yang dicari tidak hanya fungsinya saja tapi model yang terus berganti-ganti.

Semangat kemiskinan membantu untuk bersikap bijaksana dalam memanfaatkan peruntukan dari peningkatan.

Contoh :

Dulu cukup transportasi dengan sepedah sekarang diperlukan motor bahkan mobil, peningkatan ini dimaksud untuk memperlancar pekerjaan, semangat kemiskinan membuat kita bijaksana memanfaatkannya.

Supermarket mempermudah untuk berbelanja, namun apakah semua dibeli ? semangat kemiskinan akan mengingatkan mana yang berguna dan mana yang hanya kesenangan berbelanja semata.

Ada banyak makanan yang menarik dan enak, semangat kemiskinan akan membantu memilih mana yang perlu untuk dimakan, mana yang nantinya akan merugikan kesehatan.

Semangat kemiskinan menyadari segala sesuatu telah disediakan Tuhan, namun kita perlu mencari uang agar semua kebutuhan didapat, tapi tidak rakus akan uang ( Lukas 12:13-21, tentang orang kaya yang bodoh serta peringatan akan ketamakan). Dalam ketamakan yang terpikir hanya Aku, Aku, Aku saja, tidak teringat bahwa semua berasal dari Tuhan dan tidak melihat apa yang dapat dibantu dari apa yang kita miliki untuk orang sekitar yang membutuhkannya. Sebuah tantangan jaman saat ini adalah kebutuhan matrial yang berlebihan sehingga membuat buta akan kebutuhan orang kecil. Pemakaian sumber alam sesuka hati dengan tidak memperhatikan dampak bagi orang sekitar saat ini atau di masa mendatang.

Contoh : 

Ada seorang bapak yang terkenal sangat sederhana, ketika meninggal didapati pada lacinya uang dalam jumlah yang amat banyak. Hidup bapak ini bukan berdasarkan semangat kemiskinan, tapi menumpuk kekayaan tampa mengolah dan memanfaatkannya, ini merupakan bentuk kerakusan juga.

Hal yang sama juga merasuki kaum biarawan yang telah terikat kaul kemiskinan. Di satu pihak biara perlu mengupayakan usaha agar dapat hidup mandiri, tapi akhirnya ada kecenderungan seolah menumpuk kekayaan, di mana kaum biarawannya hidup dalam “kemewahan”.

Semangat kemiskinan membawa pada keberanian untuk bermurah hati membantu orang lain (Lukas 6:38 Berilah maka kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncangdan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu )

Semangat kemiskinan menghindari pikiran sendiri tentang keberhasilan maupun kegagalan. Keberhasilan boleh membuat senang tapi bukan untuk pujian melainkan Tuhan yang dimuliakan. Seperti kaca jendela yang bersih dapat menjadi sarana sebagai jalan sinar matahari masuk namun bukanlah kaca yang membuat sinar tsb. Jadi terang Tuhan bersinar pada seluruh komunitas melalui saya tapi bukan saya yang menjadi sumber segala keberhasilan. Kita hanya alat bukan pusat perhatian. (Lukas 17:10 Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan).

Semangat kemiskinan membawa pada penyadaran segala yang kita lakukan, pertumbuhannya diberikan oleh Tuhan. Sehingga segala keberhasilan disadari sebagai Rahmat dan kita adalah rekan sekerja Allah. (Yohanes 4:38 Aku mengutus kamu untuk menuai apa yang tidak kamu usahakan; orang-orang lain berusaha dan kamu datang memetik hasil usaha mereka). (bdk. 1Kor3: 7-9 Karena itu yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram, melainkan Allah yang memberi pertumbuhan. Baik yang menanam maupun yang menyiram adalah sama; dan masing-masing akan menerima upahnya sesuai dengan pekerjaannya sendiri. Karena kami adalah Kawan sekerja Allah; kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah ).

Semangat kemiskinan membawa kita tidak hanya memikirkan keberhasilan hanya untuk diri sendiri melainkan dipanggil untuk membawa sesama pada Tuhan. Bila motifasi hanya untuk diri sendiri maka kita akan menjadi seperti gong yang berkumandang. Tuhan menyediakan segala sesuatu untuk dimanfaatan bagi membesarkan kerajaan Allah.

Contoh :

Yohanes Pembabtis memiliki semangat aku semakin kecil tapi Tuhan semakin dikenal.

Semangat kemiskinan membawa kita berkotbah bukan dengan kata-kata tetapi dengan perbuatan.

Contoh :

Mahatma Gandhi, meskipun ia bukan seorang Kristen tapi dia selalu disemangati akan ajaran Kotbah di bukit. Ia tidak  memeluk agama Kristen, karena agama Kristen dibawa oleh kaum penjajah yang kejam, namun ia sangat menghayati ajaran Kekristenan dalam hidupnya.

Semangat kemiskinan membantu kita menjalankan penderitaan dengan kegembiraan sebagai jalan menuju Allah. ( Filipi 4:13 Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku).

Semangat kemiskinan membantu kita menjauhi dosa, dan tindakan-tindakan yang hanya menjalankan kesenangan sehingga menyingkirkan Tuhan dan sesama ( Matius 10:5 Keduabelas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: “Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria”, melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel. Pergilah dan beritakankanlah Kerajaan Surga sudah dekat. Sembuhkanlah orang sakit, bangkitkanlah orang mati, tahirkanlah orang kusta, usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan Cuma-Cuma, karena itu berikanlah pula dengan Cuma-cuma” ) Upah Mengikuti Yesus Markus 10:17 Kami telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikuti Engkau! Jawab Yesus: “Aku berkata padamu, sesungguhnya setiap orang yang karena Aku dan karena injil meninggalkan rumahya, saudaranya laki-laki maupun saudaranya perempuan, ibunya atau bapanya, anak-anaknya atau ladangnya, orang itu pada masa ini juga akan menerima kembali seratus kali lipat: rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak dan ladang sekalipun disertai berbagai penganiayaan dan pada akhir jaman ia akan menerima hidup yang kekal. Tetapi banyak orang yang terdahulu menjadi yang terakhir dan yang terakhir menjadi yang terdahulu

Semangat kemiskinan bukan berarti membuang semua kekayaan tetapi menanamkan semangat melihat segala sesuatu berasal dari Tuhan, dan bukan sebagai milik pribadi yang patut dipertahankan Segala sesuatu yang kita dapat adalah demi kemuliaanNYA

Tambahan :

Katolik sangat menekankan unsur kemiskinan di hadapan Allah bukan terbatas pada miskin harta, Katolik berpegang teguh pada ajaran Injil untuk membantu sesama dari yang kita miliki dengan suka rela dari hati yang penuh kasih, bukan pada perpuluhan yang dimengerti sebagai hal yang perlu dijalankan menurut kondisi jaman dimana nabi Maleakhi berkarya, di mana jaman itu diperlukan unsur menakut-nakuti serta iming-iming untuk menumbuhkan kesadaran berbagi.

Ajaran-ajaran Katolik yang sesungguhnya berasal dari Injil kurang tersosialisasikan dalam Gereja karena segala keterbatasannya sehingga menjadi tugas dari keluarga-keluarga yang merupakan Gereja-Gereja pertama sebagai tempat untuk mengajarkan dan menumbuhkan sikap-sikap yang baik sesuai ajaran Kitab Suci.

Doa kontemplasi merupakan doa hening untuk menghayati  pengalaman perjumpaan dengan kasih Allah, pengalaman bertemu dengan Allah akan membawa perubahan hidup seperti yang digambarkan pada peristiwa orang Majus, setelah bertemu dengan Yesus mereka mengambil jalan pulang yang lain, hal ini menyimbolkan pertemuan dengan Yesus membawa perubahan dari jalan hidup lama ke jalan hidup baru. Doa kontemplasi dapat membawa pola semangat kemiskinan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

2 Tanggapan to “Kaul Kemiskinan”

  1. Yohanes B. Says:

    Salam damai sejahtera, Tuhan bersamamu.
    Kaul kemiskinan ini sangat menarik, pertanyaan saya adalah mengenai makan daging (ayam,ikan, sapi). Jika saya mendalami kaul kemiskinan ini, apa saya lebih baik dan wajib untuk hidup berpantang terhadap daging?

    Tolong jawabannya, terima kasih, Tuhan bersamamu.

    1. diosdias Says:

      Salam kembali saudara,
      mungkin saya tidak berkompeten untuk menjawabnya tapi coba untuk share yang saya ketahui.

      Para pertapa Karmel yang di Lembang, tidak mengkomsumsi makanan hewani setiap hari, tapi sekali dalam seminggu mereka mengkomsumsinya untuk menjaga kesehatan badani, atau apabila ada pesta besar seperti pesta kaul dimana ada terhidang menu tsb, diperbolehkan untuk menyantapnya.

      Pada prinsipnya berkaitan dengan kaul kemiskinan bukanlah pada masalah boleh atau tidak boleh, tapi lebih pada disposisi batin dalm memilih segala sesuatu, contoh dalam memilih makan, bila di rumah telah ada menu dari hewani, tentu tidak perlu mengada2 harus beli lagi gado2 misalnya, sementara menu yang ada menjadi terbuang tidak termakan, ini malah bertentangan dengan prinsip kemiskinan. Sama halnya dengan keadaan sebaliknya, yaitu karena sangat suka dengan makan non daging makannya menjadi sangat berlebihan padahal biasanya cukup satu piring,

      Jadi berkaitan dengan kaul kemiskinan, segala sesuatu dipilih berdasarkan manfaat, situasi, efisiensi, yang dilandasi rasa syukur dan tanggung jawab atas anugrahNya.

      Gbu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s