Yin Yang

 

Yin adalah “sisi teduh sebuah bukit”. Yin mewakili keteduhan dan kepasifan,
bersatu dengan kesuburan, kelembutan dan kehalusan. Yin merupakan simbol
perempuan, air dan tanah, serta bergerak turun dan masuk ke dalam. Yang
adalah “sisi terang sebuah bukit”, mewakili cahaya dan keadaan dinamis. Yang
bersekutu dengan ketahanan, kaku dan perluasan, bergerak alami ke atas dan
keluar. Yang melambangkan laki-laki, api dan langit.

Yin dan Yang saling tergantung dan saling melengkapi, simbiose mutualistis,
selalu berhubungan dan terus-menerus saling memberi kekuatan.

Yin bersifat lebih kuat dan lebih berlimpah, tapi Yang lebih tegas dan
aktif. Lebih banyak air di bumi daripada api, sebagai contoh, tapi api yang
bercahaya lebih menarik perhatian. Namun begitu, tetap, Yin dan Yang selalu
saling melengkapi dan saling memberi arti bagi yang lain. Menurut Tao Teh
Ching, suatu kekuatan, objek atau gagasan tak akan lengkap dan tak akan
berarti tanpa ditunjang keadaan yang sebaliknya.

Kesulitan dan kemudahan saling melengkapi
Panjang dan pendek saling membanding
Tinggi dan rendah saling membedakan

Kebaikan tak punya arti tanpa kejahatan, kecantikan tak akan dipandang tanpa
kehadiran si buruk sebagai pembanding. Dalam pikiran tradisional Barat,
lawan dimasukkan ke dalam dua wilayah khusus kualitas, dengan penghargaan
diikutkan pada kebaikan, kecantikan dan kebenaran. Jahat, buruk dan salah
merupakan aspek kehidupan yang sengaja (dan sia-sia) ditekan atau dihindari
seperti momok.

Jalan Taois mengakui dan menyeimbangkan kekuatan berlawanan dari semua
situasi dan fenomena, dan tidak mengakibatkan kekalahan tersembunyi sesuatu
kekuatan alam, positif ataupun negatif.

Pasangan saling melengkapi Yin dan Yang meliputi seluruh jagat raya, dan
unsur lawannya memberikan tekanan dinamis yang dibutuhkan untuk semua
gerakan dan perubahan.

Di dalam pengobatan Cina, misalnya, kesepuluh organ vital terbagi dalam lima
pasangan, yang masing-masing setia pada satu organ Yin ‘kokoh’ dan satu
organ Yang yang lemah. Organ Yin lebih penting daripada Yang, sehingga
gangguan fungsi organ Yin akan menyebabkan gangguan kesehatan yang dahsyat.
Pasangan organ tak bisa berubah-ubah. Mereka berhubungan oleh fungsi konkret
dan sambungan anatomi.

Jantung. Disebut sebagai “Ketua Organ Vital”, jantung mengatur organ lain
dengan mengontrol sirkulasi darah. Pusat spirit, penentu suasana hati dan
kejernihan mental. Kondisi energi jantung bisa tercermin melalui warna muka
dan lidah: merah gelap menunjukkan kelebihan, pucat abu-abu menunjukkan
kekurangan. Jantung berpasangan dengan usus kecil, yang memisahkan sari
makanan dan sisa makanan yang dicerna, mengontrol rasio cairan pengeras
kotoran dan menyerap nutrisi yang kemudian dikirim ke jantung untuk
diedarkan ke seluruh tubuh.

Hati. Hati menyimpan dan memperkaya darah, mengatur sejumlah pengeluaran ke
dalam aliran darah untuk peredaran secara menyeluruh. “Ketika orang
bergerak, darah beredar; ketika orang diam, darah kembali ke hati,” ungkap
Pengobatan Tradisional Kaisar Kuning. Ungkapan ini sesuai benar dengan bukti
kesehatan yang ditunjukkan selama periode istirahat, khususnya pada musim
dingin, yaitu 30-50 persen dari suplai darah di tubuh berkumpul di hati dan
pankreas. Selama tidur, darah membangun kekuatan dan ketahanan diri di dalam
hati untuk digunakan ketika tubuh sedang beraktivitas. Hati adalah rumah
bagi nyawa manusia (hun), seperti tercermin dalam ungkapan orang Cina
hsin-gan (jantung hati), yang artinya kekasih.

Hati adalah markas besar metabolisme tubuh. Kondisi hati tampak pada mata,
kuku jari tangan dan kaki serta otot. Pasangan Yang hati adalah kantung
empedu, yang fungsinya sangat dekat dengan hati. Kedekatan fungsi hati dan
empedu ini sungguh diakui pula oleh ilmu pengetahuan kesehatan modern.

Pankreas. Pankreas mengontrol produksi enzim yang diperlukan untuk
pencernaan dan metabolisme. Fungsi ini berhubungan langsung dengan pasangan
Yang-nya, lambung. Bila pankreas gagal memproduksi enzim secara memadai,
akibatnya proses pencernaan di lambung mengalami stagnasi sehingga makanan
akan membusuk dan mengendap. Pankreas juga mengontrol perlengkapan manusia
untuk berpikir rasional. Gangguan fungsi pankreas terefleksi melalui kulit
yang kering, mengkerutnya daging dan tulang, otot yang kurang kuat,
kelelahan kronis, pencernaan mampet dan tak bisa berkonsentrasi.

Paru-paru. “Paru-paru mengontrol chi” tulis naskah kesehatan Cina. Chi
berarti ‘napas’, yang sama artinya dengan ‘energi’. Bila napas terganggu,
energi pun terganggu. Paru-paru Yin bersekutu dengan usus besar Yang.
Kondisi paru-paru tergambar pada kulit. Kenyataannya dalam pengetahuan
kesehatan modern, kulit merupakan organ pernapasan, serta paru-paru dan usus
besar merupakan perluasan dari kulit, yang satu menekan dari atas dan yang
lain mendorong dari bawah. Radang paru-paru serta berbagai gangguan
berbahaya lain pada umumnya bersamaan dengan sembelit, dan sembelit selalu
menyebabkan kembung dan rasa tidak nyaman di dada.

Ginjal. Ginjal mengontrol air. Kelebihan air dan cairan kotor yang dikirim
ke ginjal akan dikonversikan ke dalam bentuk urine, diturunkan ke kandung
kemih dan keluar sebagai air kencing. Jadi, kandung kemih pasangan Yang
secara fungsional berhubungan dengan ginjal. Ginjal disebut sebagai “gerbang
kehidupan” karena mengontrol keseimbangan semua cairan vital di dalam tubuh,
yang bila berubah akan langsung mempengaruhi tingkat dan keseimbangan
energi. Ginjal adalah penyeimbang utama Yin dan Yang dalam sistem tubuh
manusia. Ginjal merupakan tempat perlengkapan pengontrol dan tenaga dari
sumsum, pinggang, dan wilayah kemaluan. Gangguan pada fungsinya sering kali
ditunjukkan dengan rasa sakit di bagian belakang bawah dan tak bisa
menegakkan panggung atau tulang belakang. Ginjal juga berhubungan erat
dengan lapisan adrenal atau kelenjar suprarenal. Ginjal dan kelenjar
sekutunya mengontrol fungsi dan potensi seksual.