YA…

 

Pada mulanya adalah cinta.

Cinta itu meraksuk, menyergap, dan membakar

gelegak masa muda kami.

Dan kami pun terpesona karenanya;

kami bermimpi karenanya.

 

Dalam kerapuhan dan keterpatahan,

kami melangkah,

meraih satu mimpi untuk bersatu dengan Sang Cinta itu.

Cinta yang telah membuatnya terpaku; terpalang.

Cinta yang telah mengucurkan air dan darah;

keringat dan air mata,

yang mengalir dari kaki salib.

Kini cinta itu menjadi nyata,

karena Ia ada dan mengada.

Mimpi kami telah menjadi harapan;

dahaga kami telah tersirami

oleh sumber keselamatan dari bawah kaki salib.

Dengan mantap dan tegap kami melangkah

Seraya berucap “Ya”

untuk cinta yang terpalang

untuk cinta yang menyelamatkan.

 

  dios.c

  10 Juli 2006