Sukma meraksuk daksa tak berdaya
Menggeleparkan daya yang hampir sirna
Membidik, merajam,
Namun menguatkan.

Biarlah galau menggerutu
Biarlah resah mendesah-desah
Karena kalut datang dari imagi liar
Bukan karena “ada”-nya orang yang terpikirkan.

Aku ada untuk menjadi
Bukan stagnasi beku nan kaku.
Sepanjang darah mengalir
Biarlah aku pun tetap menjadi,
Mentransformasi
Menjadi adanya
Menuju jadi diri dari Sang Citra
Identitas putra Bapa.