Mumpung belum paskah, kuucapkan selamat NATAL ??>><<**&^????


 Pertunjukan Ilahi 

Sebuah pertunjukan ilahi dimulai 

Ketika sebuah kenekatan cinta menjelmakan roh menjadi manusia

Demi cinta,

Tuhan menceburkan diri dalam arus sejarah manusia

Yang kemudian menyeret-Nya ke dalam got kenistaan. 

Atas nama cinta, Sang Pencipta merendahkan diri

Menjadi darah daging seorang perawan 

ang harus menitikkan air mata karena kemiskinannya

dan menanggung malu karena mengandung bayi yang tak berayah.

Namun sang perawan tetap diam

Menyimpan semuanya dalam hati

Sampai tiba pada saat paling suci bagi seorang perempuan untuk melahirkan. 

Hanya kandang

Ya, hanya kandang dan hewan-hewan

Yang menjadi saksi bisu

Ketika Maria melahirkan

Sambil diselimuti dingin dan sepi,

disertai rasa nyeri dan sakit.

Dengan berlumur darah ia memangku tubuh bayi Yesus sambil berkata:

Inilah tubuhku, inilah darahku. 

Tuhan menjelma menjadi anak manusia

Merah mungil dalam palungan,

Yang dijadikannya perhentian awal dari keselamatan baru. 

Palungan dan kemiskinan

Kandang dan hewan-hewan 

Tangis dan tetesan darah

Itulah awal dari sebuah penebusan. 

Natal,

Panggung pertunjukkan ilahi

Dimana Allah menyejarah dan tinggal bersama manusia 

Namun kini natal hanya kilauan kandang gemerlap nan harum

‘bak pesta ulang tahun yang berkilauan

dengan pakaian pesta yang mengangakan mata. 

Kenikmatan dan perjamuan pesta

Kini menjadi ciri kenangan akan terbitnya sang Terang

Sementara cahayanya tak pernah memancar dalam hati

Tuhan tak pernah lahir dalam bilik iman yang terdalam

Karena kenikmatan mengalahkan inti perayaan. 

Kemiskinan dan penderitaan yang dulu adalah kenikmatan iman

kini telah menjadi kemiskinan iman. 

Namun pertunjukkan keselamatan tetap terjadi

Ia selalu lahir dan lahir

Membaharui setiap kedegilan hati

Sambil membawa sekuntum cinta

Dari sebuah kandang yang tetap menjadi pralambang. 

Selamat datang wahai Sang Surya Kebenaran

Pancarkanlah sinar keselamatan-Mu

Dari sebuah kandang menuju istana-istana kepongahan

Dan kemiskinan iman.