MAWAR TUMBUH MENAWARKAN KEINDAHAN
Dengan hati gundah dan kecewa, karena tidak ada yang memperhatikan segala usaha dan kebaikannya, seorang pekerja yang sudah bertahun-tahun berkarya, memutuskan untuk menghentikan segala usaha dan segala kegiatannya dan kembali ke kampung halamannya. Untuk menghibur diri dan melupakan segala kekecewaan yang menghimpit perasaannya, dia berjalan-jalan tanpa tujuan menyusuri padang ilalang yang tampak gersang. Tiba-tiba ia terpana memandang sekuntum mawar yang mekar diantara batang ilalang. Mawar itu begitu indah dan segar. Ini sungguh kontras dengan alam disekitarnya.

 

Dalam benak orang ini muncul sebuah pertanyaan: “untuk apa mawar ini tumbuh di sini? Di sini tidak akan ada yang menghargai keindahannya, tak kan ada yang menghirup kesegarannya”.  Sambil melangkah melanjutkan perjalanannya, ia bergumam : “kasihan kau mawar, keindahanmu sia-sia”

Ketika ia kembali dan melalui jalan yang sama, ia kembali melihat mawar tadi yang tetap mekar dengan segala keindahannya. Karena penasaran, ia duduk mengamati mawar itu sambil bertanya dalam hati: “bahagiakan mawar ini?”

Dalam keheningan di padang itu, tiba-tiba dia seperti mendengar suara yang berkata: “Aku bahagia, aku sungguh bahagia!” Dalam hati dia bertanya: “bagai mana engkua bisa bahagia di tempat seperti ini? Tak ada yang memperhatikanmu, tak ada yang mengagumimu?” Suara itu muncul lagi: “Aku bahagia karena aku memiliki keindahan, aku memiliki keharuman, aku dapat tumbuh, aku berbunga. Lihatlah yang apa yang kau miliki! Memang aku memiliki duri yang membuat orang atau siapapun yang dekat denganku bisa terluka, tetapi aku tahu dan aku dapat menerimanya, karena ini memang bagian dari diriku. Yang jelas aku tak mau melukai sapapun. Ini adalah diriku. Aku lebih suka bertumbuh dan berbunga, memberi keharumanku daripada memikirkan duri-duriku. Dan satu hal lagi, meskipun tak banyak orang mengagumiku, saat ini aku sangat bahagia lagi karena engkau ada bersamaku saat ini. Kehadiranmu juga berarti bagiku, meskipun engkau hanya lewat saja”.

“Bunga mawar tumbuh di tengah ilalang dan bahagia dengan keadaannya”, kalimat itu terus bergema ketika ia melanjutkan perjalannya.

Aku juga ingin bahagia dengan yang kumiliki…………………..