Hiduplah, saat ini!
 
Hidup saat ini berarti:
Kita menikmati segala apa yang kita perbuat, bukan hanya 
hasil akhirnya saja.
Kita mengembangkan kesadaran kita untuk membuat masa 
sekarang lebih nikmat, bukannya menjadi hambar.
Kita bertindak dan terlibat tanpa takut atau 
mengkhawatirkan hasil yang bakal kita peroleh.
 
 
Cara termudah untuk meningkatkan kondisi mental anda 
adalah dengan bertindak, melibatkan diri, dan 
berpartisipasi
 
Kemarahan
 
Betapa sering kita dididik untuk tidak mengekspresikan 
rasa kemarahan kita. Kita harus memendamna sendirian, dan 
itu menyakitkan. Akhirnya, rasa marah itu pun akah 
mengekspresikan diri dalam bentuk; letupan yang kecil 
(diam, wajah yang memerah, menggigit bibir), kemarahan 
yang pasif (senyum kecut, sikap yang bertentangan), sikap 
diam membisu, sindiran yang kasar.
 
Kemarahan itu sebenarnya harus diekspresikan dengan sehat. 
Beberapa hal yang perlu diperhatikan;
ü       Hati-hatilah kalau seseorang sedang marah
ü       Coba untuk mengidentifikasi, mengenal perasaan 
macam apakah marah itu
ü       Kembangkanlah suatu strategi untuk mengatasi atau 
menyalurkan kema-rahan.
 
Ada beberapa pertanyaan yang dapat membantu mengungkapkan 
rasa marah itu;
1.      Saat anda marah, biasanya ada pengaruh terhadap segi 
fisik, mental, serta emosional. Ketiga hal tersebut 
mengalami perubahan. Bagaimana perubahan itu dapat kau 
kenali, saat tanda-tanda kemarahan itu tiba?
Fisik   Mental  Emotional
2.      Kemarahan itu biasanya dapat diredakan saat anda sadar 
bahwa sudah ada tanda-tanda hendak marah. Seberapa lamakah 
anda dapat meredakan rasa marah itu? Dengan cara apakah 
anda meredakan kemarahan anda?
3.      Kemarahan adalah suatu perasaan yang sering muncul. 
Namun, biasanya kemarahan itu tidak muncul sendirian, ada 
perasaan lain yang hadir. Perasaan apakah yang muncul 
disamping kemarahan itu?
4.      Ada lima tahap untuk mengekspresikan kemarahan;
a.      waspadalah saat apakah anda marah; tanda-tanda apa yang 
muncul. (perut melilit, kepala pening, mulai kacau saat 
berpikir)
b.      tanyakan pada dirimu sendiri; “apakah yang membuatmu 
menjadi muak?”  (sudah kerja keras tapi tak ada yang 
mengucapkan terimakasih bahkan banyak yang mencaci maki)
c.      tanyakan pada dirimu perasaan lain yang muncul seperti 
apa? (menganggap wajar saja, sakit hati, terhina)
d.      ungkapkan perasaan itu pada orang yang harus mengerti 
kamu. Ungkapkanlah tiga hal, yaitu perasaan mu, mengapa 
perasaan itu mncul, dan apa yang kau harapkan untuk 
berubah)
e.      Serahkanlah perasaan itu pada Allah. Saat engkau 
mencurahkan perasaan itu, engkau tak memendamnya 
sendirian. Hal ini penting bagi orang yang tidak punya 
perasaan bahwa mereka ambil bagian dalam kejadian 
tersebut. Jika engkau tidak dapat melakukannya, engkau 
akan menjadi “the-loser’” yang memakan kesakitan itu 
sendirian.
 
Ada contoh menarik bagaimana Raja Daud mengekpresikan 
kemarahan serta frustrasinya kepada sesama, bahkan kepada 
Allah. Bacalah Mzm 26 dan 43.
Perasaan lain yang muncul saat marah; rasa malu, takut, 
frustrasi, sakit hati-terluka, kegelisahan.