Beraja, biarkan kumencinta
Karena kuada karenanya.

Beraja, biarkan kumenangis
Karena dari situ mengalir mata air kehidupan

Beraja, biarkan kutertawa
supaya mekarlah kehidupan.


Cinta adalah air mata. Biarkan air mata mengalir dari sumbernya, karena di situlah mata sumber kehidupan yang mengairi bunga-bunga romansa hidup manusia. Dan cinta juga adalah derai tawa yang memekarkannya. Hidup menjadi mekar oleh tawa justru karena disiram air mata. Air mata yang menumbuhkan dan menyuburkan; derai tawa yang menguatkan. Biarlah kita berlindung di balik luka-luka, supaya suka cita menjadi bermakna, dan makna menjadi suka cita.