Serentak hadir kerinduan dan kecemasan
Serentak hadir beribu cinta dalam kebimbangan
Lalu terucap doa,
Membelai lembut bulu-bulu yang dulunya terdiam
Terpaku, menyerah
Saat doa itu terasa didengar,
Dikabulkan
Mulai ada tanya lain
Menggeroti pikiran
Apa yang kukerjakan selanjutnya?


Biarlah kita tangisi ketidakmengertian kita akan asa dan bias masa depan yang tak pernah bisa kita mengerti sepenuh diri.
Biarlah kita geluti duka-lara yang merasuk bilik raga yang takkan kita pahami.
Biarlah kita berjalan menyusuri lorong tak bertepi
Kita mesti tetap berjalan
Kita mesti tetap mencari
Sampai mati.
Itu semua
Karena IA ADA.